Masalah Sosial dan Hukum pada Judi Slot Ovo


Judi merupakan salah satu bentuk penyakit masyarakat (Pekat) yang selalu muncul dan sulit hilang dari masa ke masa. Pelakunya, mulai dari bandar sampai kaki tangannya pun seolah tidak ada habisnya menjajakan berbagai macam judi di tengah masyarakat. Mulai dari judi ala tradisional, seperti togel sampai dengan judi Slot Ovo bahkan online di dunia maya. Masyarakat sebagai konsumen tinggal memilih, sesuai isi kantongnya. Praktek perjudian dari berbagai sisi dipandang berdampak negatif.

Namun di sisi lain ada pihak-pihak tertentu yang menunjukkan bahwa keuntungan judi dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan. Di berbagai negara asing ada yang melegalkan perjudian dan mengambil pajak yang besar dari bisnis judi tersebut. Ide melegalkan perjudian pun pernah bergulir beberapa tahun silam di dalam negeri, yaitu di Pulau Seribu.Namun, terlepas dari keuntungan yang luar biasa, dampak negatif judi lebih besar dibandingkan dampak positifnya.

Slot Ovo
Masalah Sosial dan Hukum pada Judi Slot Ovo

Masalah Sosial dan Hukum
Maraknya judi di masyarakat jelas akan merusak berbagai sistem sosial masyarakat itu sendiri. Ironisnya, di Indonesia para penjudi ini didominasi oleh kalangan menengah kebawah yang kehidupan ekonominya pas-pasan.Namun demi mengadu nasib dan peruntungan, sedikit demi sedikit uang didompet habis, kemudian harta benda dijual, rumah dan tanah digadaikan bahkan ada kasus sang anak dan istri pun dijadikan taruhan guna membayar hutang-hutang dari kekalahan judinya. Judi bisa dimulai dari ikut-ikutan, penasaran atau memang mengadu nasib yang didasari kemalasan karena menganggur tetapi ingin cepat kaya dengan cara yang instan.

Fluktuasi emosi yang dialami oleh para penjudi mampu memberikan efek yang buruk pada sistem kardiovaskular tubuh. Ketidakpastian dari permainan ini seiring waktu bisa menyebabkan peningkatan kadar adrenalin dan kortisol di tubuh. Saat berlangsung secara terus-menerus, risiko serangan jantung termasuk kematian karena sakit jantung pun bisa terjadi.
Sistem kekebalan tubuh menurun
Stres yang berkaitan dengan perjudian bisa menyebabkan perubahan pada sistem kekebalan tubuh manusia. Sel T dan sel pembunuh alami dari sistem kekebalan tubuh mengalami perubahan menjadi lebih lemah. Hal ini membuat tubuh jadi lebih rentan terkena infeksi dan penyakit menular.
Masalah pencernaan
Selain masalah jantung, masalah umum yang mendera di kalangan penjudi adalah masalah pencernaan. Penyebabnya, lagi-lagi karena stres kronis yang bisa memberi dampak buruk ke perut seperti naiknya asam lambung, maag, hingga gangguan usus.
Masalah paru-paru
Tempat perjudian yang penuh dengan asap rokok bisa menyebabkan penyakit paru-paru karena terus-menerus menghirup asap rokok. Efek jangka panjangnya, asap rokok ini bisa menyebabkan asma, bronkitis, dan bahkan kanker paru-paru.
Menurunnya penglihatan
Karena tempat perjudian juga biasanya gelap atau remang-remang, maka para penjudi memiliki kebiasaan untuk menyipitkan mata saat melihat kartu atau dadu. Alhasil, gangguan penglihatan pun bisa terjadi.
Diabetes
Hal ini juga akan mempengaruhi pertimbangan apakah anda akan kembali berjudi atau memutuskan untuk berhenti bermain. Namun, ada fenomena yang seringkali menjadi pertanyaan,yaitu, ketika seseorang mengalami kekalahan secara terus menerus, bahkan dalam jumlah yang cukup besar, mengapa seseorang masih saja ketagihan berjudi sampai muncul masalah-masalah lain dalam kehidupannya (hutang yang besar, menipu keluarga atau teman, mencuri) dan menjadi judi dapat membuat seseorang ketagihan? Faktor apa yang menyebabkan seseorang kecanduan berjudi.Lalu apa yang perlu dilakukan seseorang agar dapat sembuh dari kecanduan judi tersebutJudi yang identik sebagai permainan menebak telah muncul pada ribuan tahun lalu. Pada jaman mesir kuno, permainan judi sudah dilakukan dengan menebak jumlah jari yang disembunyikan berjumlah ganjil atau genap. Permainan dadu digandrungi pada jamaan kerajaan romawi kuno. Kartu sebagai salah satu alat permainan dalam judi muncul di Cina pada abad ke 14, sedangkan Lotre diperkenalkan pada abad 15 di kerajaan inggris. Indonesia mengenal judi pertama kali dengan adanya permainan sabung ayam, dan semakin berkembang ketika masa penjajahan Belanda yang ditandai dengan munculnya rumah-rumah judi dengan pajak yang tinggi, yang dibuat Belanda untuk meningkatkan pemasukannya di Indonesia.Gambling Addiction atau yang biasa disebut Compulsive Gambling merupakan kondisi dimana seseorang tidak mampu menahan dorongan untuk terus berjudi atau mempertaruhkan sesuatu tanpa mempertimbangkan dampak buruk yang dapat menimpanya.”, ungkap Psikolog dari Mind and Behaviour Clinic Ciputra Medical Center, Alexandra Adeline, M.Psi. faktor yang mempengaruhi seseorang kecanduan judi antara lain adalah :

Sensasi perasaan tegang saat menunggu hasil menang atau kalah saat berjudi menjadi sebuah kesenangan tersendiri bagi pemain. Hal ini berkaitan dengan meningkatnya aktivitas di area otak yang terhubung dengan saraf Dopamin (suatu neurotransmitteryang terbentuk di otak yang berfungsi memberi sinyal antar sel saraf atau sel saraf dengan sel lainnya).
Target Oriented– faktor kebiasaan pada seseorang untuk lebih berorientasi pada hasil daripada proses dalam usahanya mencapai sesuatu
Terbentuknya hormon endorfin di dalam tubuh yang berkaitan dengan kesenangan saat seseorang sedang bermain judi. Bahkan ketika seseorang kalah, tubuh masih tetap memproduksi adrenalin dan endorfin. Pada tahap ini, motivasi seseorang untuk bermain judi bukan lagi soal mendapatkan keuntungan, melainkan sebagai sarana hiburan bagi dirinya sendiri. Lantas, apa sajakah tindakan kuratif (penyembuhan) yang dibutuhkan untuk dapat lepas dari kecanduan berjudi? “Biasanya, untuk pasien dengan kondisi kecanduan berjudi dilakukan Detox, yaitu, seseorang harus menahan diri untuk tidak melakukan aktivitas kegiatan tersebut dibawah observasi dan bimbingan dari Psikolog atau Psikiater.” Ungkap Alexandra. Selain itu, tindakan kuratif juga dapat dilakukan dengan melakukan terapi seperti Cognitive Behavioural Therapy (CBT), Hypnotherapy, dan juga Mindfullness Therapy agar seseorang dapat terlepas dari kebiasaan buruknya tersebu.
Pasal pasal yang melarang adanya Judi
Pasal 303 KUHP hanya menjangkau tindak pidana perjudian yang terjadi dalam wilayah Negara Republik Indonesia. Penerapan perjudian sebagai suatu tindak pidana dapat hilang sifat perbuatan melawan hukum jika perjudian itu mendapat izin dari pihak yang berwenang sehingga perjudian itu menjadi sah atau legal.Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1947 Tentang Penertiban PerjudianPasal 1 Menyatakan semua tindak pidana perjudian sebagai kejahatan.Pasal 2Merubah ancaman hukuman dalam Pasal 303 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum
Pidana, dari Hukuman penjaara selama-lamanya dua tahun delapan bulan atau denda sebanyak-banyaknya sembilan puluh ribu rupiah menjadi hukuman penjara selama-lamanya sepuluh tahun atau denda sebanyak-banyaknya dua puluh lima juta rupiah.Merubah ancaman hukuman dalam Pasal 542 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana, dari hukuman kurungan selama-lamanya satu bulan atau denda sebanyak-
banyaknya empat ribu lima ratus rupiah, menjadi hukuman penjara selama-lamanya empat tahun atau denda sebanyak-banyaknya sepuluh juta rupiah.Merubah ancaman hukuman dalam Pasal 542 ayat. Kitab Undang-undang Hukum Pidana, dari hukuman kurungan selama-lamanya tiga bulan atau denda sebanyak-banyaknya. Dengan sengaja menawarkan atau memberikan kesempatan untuk permainan judi dan menjadikannya sebagai pencaharian, atau dengan sengaja turut serta dalam suatu kegiatan usaha itu; Dengan sengaja menawarkan atau memberi kesempatan kepada khalayak umum untuk bermain judi atau dengan sengaja turut serta dalam kegiatan usaha itu, dengan tidak peduli apakah untuk menggunakan kesempatan adanya sesuatu syarat atau
dipenuhinya sesuatu tata.Menjadikan turut serta pada permainan judi sebagai pencaharian.Kalau yang bersalahmelakukan kejahatan tersebut dalam menjalankan pencahariannya, maka dapat icabut haknya untuk menjalankan pencahariannya itu.