Penanggulangan Terhadap Pemain Slot Pragmatic


Slot Pragmatic
Larangan Bermain Slot Pragmatic

Beberapa masalah dalam perjudian:

Untuk menanggulangi perjudian yang dilakukan di internet dalam bentuk slot pragmatic, telah dikeluarkan Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ketika berhadapan dengan “internet gambling’ tetap saja akan ada masalah baru yang akan muncul, terutama menyangkut barang bukti Jika, pada perjudian biasa alat yang akan dipakai untuk berjudi seperti dadu atau kartu serta uang yang dipakai untuk bertaruh sudah cukup untuk dipakai sebagai barang bukti.

Sedangkan, dalam “internet gambling’ perjudian dilakukan seperti permainan komputer biasa. Pada perjudian yang dilakukan melalui internet taruhan dibayar bukan dari tangan ke tangan, tapi ditransfer langsung dengan menulis nomor account kartu kredit melalui internet pula. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka banyak timbul permasalahan- permasalahan hukum dalam penelitian ini, antara lain : bagaimana cara mem- buktikan tindak pidana perjudian online, sementara KUHP belum mengenal adanya internet.

Apakah pemenuhan unsur perjudian online hanya dengan memenuhi unsur- unsur dalam tindak pidana perjudian di dalam KUHP. Selanjutnya, mengenai bukti-bukti transfer apakah dapat juga dijadikan sebagai bukti, mengingat tentunya tidak ada spesifikasi khusus yang menjelaskan adanya transaksi perjudian. Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Sifat penelitian adalah deskriptif analisis. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari bahan hukum primer, sekunder, dan tertier. Data sekunder dikumpulkan dengan teknik studi kepustakaan dan studi lapangan dengan alat pengumpulan data berupa wawancara. Selanjutnya, data-data tersebut dianalisa dengan menggunakan metode analisa kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Penegakan hukumjudi online masih menggunakan instrumen Pasal 303 KUHP daripada Pasal 27 ayat (2) Jo. Pasal 45 UU ITE; Kendala penegakan hukumjudi online yang dilakukan, yaitu sanksi pidana dalam UU ITE lebih rendah daripada KUHP, kurangnya pemahaman penyidik mengenai perkembangan teknologi, penggunaan bukti elektronik membutuhkan keterangan ahli, Solusinya adalah menerapkan asas lex specialis derogat legi generalis, mengadakan pelatihan bimbingan teknologi informasi, mengajukan permohonan penambahan anggaran dan sarana prasarana.Beberapa orang akan menjadi ketagihan. Mereka tidak dapat berhenti berjudi, dan kehilangan banyak uang.Kadang-kadang judi tidaklah adil. Jika anda menang atau kalah, maka anda harus membayar sejumlah uang.Beberapa perjudian yang sama sering dinamakan lotre, lotto (atau lottery), ada beberapa negara yang mengadakan perjudian ini. Biasanya, mereka harus menebak 7 dari 45 atau 50 nomor yang benar sebelum diundi. berikut ini adalah beberapa pengertian dari perjudia, judi atau permaian judi atau perjudian menurut (KBBI)Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah permainan dengan memakai uang sebagai taruahan menurut Kartini Kartono, judi adalah pertaruhan dengan sengaja yang mempertahankan satu nilai atau sesuatu yang di anggap bernilai dengan menyadari adanya resiko dan harapan harapan tertentu pada peristiwa-peristiwa permainan, pertandingan, perlombaan dan kejadian yang tidak atau belum di ketahui hasilnya. Pengertian transaksi elektronik.Transaksi Elektronik adalah perbuatan hukum yang di lakukan dengan menggunakan komputer jaringan komputer atau media elektornik lainnya. Sedangkan,Teknologi Informasi adalah suatu teknik untukk melakukan menggumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memproses, mengumumkan, menganalisi, dan menyebarkan informasi.Pengertian Judi online adalah perjudian yang di lakukan dengan tidak perlu datang langsung ke tempat perjudian, mereka cukup menyiapkan seperangkat komputer atau software di rumah atau kantor.Di perangkat canggih itu, mereka dengan mudah mengakses situs itu, kemudian berjudi sebagaimana yang di lakukan di dunia nyata, Pengertian Hukum adalah pejabat peradilan negara yang di beri wewenang oleh undang-undang untuk mengadili, sedangkan kekuasaaan kehakiman adalah kekuasaan negara yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakan hukum dan keadlian berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, demi terselenggarnya Negara Hukum.Setiap bentuk tindak pidana perjudian tidak hanya individu pribadi yang dimintai pertanggung jawaban, melainkan badan hukum juga bisa dimintai pertanggung jawaban pidana.Seperti apa yang dikatakan Alkitab dalam surat Lukas 12:15 ” Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, Sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu”. Dalam surat Lukas tersebut, Secara tidak langsung itu mengajarkan kita untuk tidak Tamak dengan mengingini apa yang dipunyai orang lain dengan cara yang mudah.Pada peserta judi, Setiap Bandar Judi dan Setiap pemain memiliki tujuan dengan mengalahkan orang lain dan menang diatas kekalahannya.

Dalam Alkitab, Isi dari surat 1 Korintus 10:24 menyatakan ” Janganlah seorangpun berjuang untuk kepentingan dirinya sendiri saja, Setiap orang harus berjuang untuk kepentingan orang lain. Ini mengajarkan kita ”Tidak mencari keuntungan bagi diri sendiri, Melainkan bagi orang lain. Ini juga tertulis disurat Keluaran 20:17 yang menyatakan” Jangan mengingini rumah sesamamu, Jangan mengingini istrinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan atau lembu atau keledainya atau apapun yang dipunyai sesamamu. Seorang pejudi yang sangat ingin menang sebenarnya berharap orang lain kalah dan kehilangan uang dan harta benda lainnya. Menurut kepercayaan orang Kristen, Isi dari Alkitab memiliki banyak sekali ajaran-ajaran yang bertentangan dengan Duniawi seperti kepercayaan terhadap keberuntungan. Pada zaman Israel, Banyak diantara umat Manusia yang tidak percaya kepada Tuhan dan dengan melakukan penyembahan kepada Dewa keberuntungan. Itu adalah salah satu hal yang sangat tidak disukai oleh Tuhan. Dalam surat Yesaya 65:11-12 menyatakan ” Tetapi kamu yang telah meninggalkan Tuhan, yang telah melupakan gunung-Ku yang kudus, yang menyajikan hidangan bagi dewa, dan yang menyuguhkan anggur bercampur rempah bagi dewa, Aku akan menentukan kamu bagi pedang dan kamu sekalian akan menekuk lutut untuk dibantai. Oleh karena ketika Aku memanggil, kamu tidak menjawab, ketika Aku berbicara, kamu tidak mendengar, tetapi kamu melakukan apa yang jahat di mata-Ku dan lebih menyukai apa yang tidak berkenan kepada-Ku.” Bagi setiap orang yang ingin memiliki banyak uang dengan cara berjudi sesuai dengan isi Alkitab pada surat 1 Timotius 6:10 menyatakan ” Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka “. Keinginan seperti itu bisa mengendalikan kehidupan seseorang, sehingga dia khawatir berlebihan dan kehilangan iman kepada Tuhan. Perjudian dan tebakan nomor berhadiah togel yang semakin marak didunia memiliki banyak sekali penggemar karena Judi memiliki daya tarik yang sangat luar biasa sehingga banyak jutaan orang kecanduan karenanya. Penilaian judi menurut Alkitab yang tertulis pada surat Amsal 20:21 ” Milik yang diperoleh dengan cepat pada mulanya, akhirnya tidak diberkati “. Kalau kita menerapkan nasihat Alkitab, kita bisa terhindar dari dampak buruk judi atas kehidupan dan kebahagiaan kita Jadi sekarang, bagaimana kita bisa memahami adanya empat kitab untuk satu pesan Injil? Dalam Alquran, seringkali ada beberapa bagian yang menceritakan satu peristiwa yang sama. Apabila kita membaca semua bagian itu, kita akan mendapat gambaran yang lebih lengkap tentang peristiwa tersebut. Sebagai contoh, tulisan tentang Tanda Adam terdapat dalam Surah 7: 19-26 , yang memberitahu kita tentang Adam di Taman Firdaus, dan juga Surah 20: 121-123, yang memberikan pemahaman tambahan tentang Adam dengan menjelaskan bahwa dia ‘digoda’. Keterangan tentang godaan tersebut tidak disebutkan dalam The Heights. Karena itu, kalau kita membaca keduanya, kita akan mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang apa yang terjadi. Jadi, itulah tujuannya, yaitu supaya tulisan-tulisan itu saling melengkapi. Demikian halnya dengan empat kitab Injil dalam Kitab Suci Nasrani, keempatnya selalu dan hanya berbicara tentang satu Injil. Dengan membaca keempat kitab tersebut, kita akan mendapat pemahaman yang lebih lengkap tentang Injil, yaitu Injil Nabi Isa Al-Masih-AS. Selain itu, masing-masing kitab tersebut memuat keterangan yang tidak terdapat dalam ketiga kitab lainnya.