Perspektif Agama Islam dalam Menanggapi Haramnya Judi Slot Dana


Slot Dana
Perspektif Agama Islam dalam Menanggapi Haramnya Judi Slot Dana

Allah SWT menciptakan manusia tidak lain hanya untuk beribadah kepadaNya dan merupakan suatu kewajiban bagi manusia baik siang dan malam selama hidup dan memiliki akal yang sehat. Untuk melaksanakan peribadahan itu kita memerlukan sarna dan prasarana yang lengkap, seperti makanan, minuman, pakaian, dan lain sebagainya. Untuk memenuhi semua kebutuhan itu kita diwajibkan untuk berusaha, sedangkan bahan bakunya telah disediakan oleh Allah SWT, yaitu segala macam tumbuh-tumbuhan, air, dan sebagainya. Karena itu, mencari rezeki hukumnya wajib dan merupakan ibadah melaksanakannya, dengan syarat didahului oleh niat dan melalui prosedur yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Sebagaimana Firman Allah SWT yang artinya : “Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung” (Q.S. AL- Jumuuah : 11)

Ayat tersebut diatas menjelaskan betapa pentingnya perintah Allah SWT tentang wajibnya mencari rezeki yang halal untuk kebaikan dan kemaslahatan keluarga, selain diwajibkan mencari harta benda, diwajibkan pula kepada manusia agar memelihara hartanya dengan baik, sebab harta benda itu pada hakikatnya adalah amanat Allah SWT. Manusia akan diminta pertanggung jawabanya oleh Allah SWT kelak di akhirat mengenai segala halnya, sejak dari mencarinya, menggunakannya, dan memeliharanya. Karena pada tujuan pensyariatan hukum Islam tidak lain hanya untuk menjaga kemaslahatan umat salah satunya tujuan hukum Islam berkaiatan dengan harta benda dikenal dengan istilah hifdz Al-Maal.

Islam sebagai agama rahmatan lil alamin yang mengajarkan hubungan ketuhan dan kemanusian secara baik dan benar dengan berbagai macam syariat yang ada didalamnya sebagai hukum dalam melaksanakan sesuatu agar tidak bertentangan dengan larangan agama. Salah satu anjuran syariat kepada manusia yaitu mencari rezeki yang halal dan yang baik, sebagaimana firman Allah SWT : ”Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (Q.S. AlBaqarah:168)

Manusia adalah mahluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain, dalam kehidupannya di masyarakat ada ketentuan yang mengatur tingkah lakunya yang disebut dengan norma. Norma itu berupa norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan dan norma hukum. Tetapi pada kenyataannya yang sering kali terjadi yaitu manusia mau mencari rezeki namun tidak sesuai dengan apa yang di syariatkan oleh Allah SWT, seperti mencari rezeki melalui perbuatan yang mengandung kemudharatan salah satu contohnya yaitu perjudian.

Perjudian merupakan salah satu tindak pidana yang berkembang di masyarakat dan berakibat pada macam modus tindak pidana perjudian. Salah satu bentuk berkembangnya tindak pidana perjudian adalah perjudian slot dana online, judi yang menggunakan sarana teknologi informasi elektronik terutama judi online melalui internet biasanya terjadi karena peletakan taruhan pada kegiatan olahraga atau kasino melalui internet.

Judi atau permainan “judi” atau “perjudian” menurut kamus Besar Bahasa Indonesia adalah “Permainan dengan memakai uang sebagai taruhan”. Berjudi ialah “Mempertaruhkan sejumlah uang atau harta dalam permainan tebakan berdasarkan kebetulan, dengan tujuan mendapatkan sejumlah uang atau harta yang lebih besar dari jumlah uang atau harta semula”.

Perjudian sudah ada seiring dengan peradaban manusia di bumi. Perjudian sangat terkait dengan peradaban china. Banyak permainan judi yang dimainkan pada masa sekarang ini berasal dari kenudayaan China. Kemudian judi berkembang sejak zaman Yunani kuno. Dalam islam sendiri perjudian ada sejak bangsa Arab Jahiliyah yaitu dengan bilah-bilah kayu dikocok dalam kantung dan dibagikan. Orang yang mendapat undi kosong dinyatakan kalah dan harus membayar unta yang di potong dan kemudian dibagikan dagingnya. Keanekaragamaan permainan judi dan tekniknya yang sangat mudah membuat judi dengan cepat berkembang ke seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia. Fenomena perjudian sampai saat ini masih berkembang pesat di Indonesia, baik itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau dilakukan secara terang-terangan. Perjudian bertentangan dengan norma-norma atau nilai-nilai yang berlaku dan diterapkan dilingkungan masyarakat. Apalagi banyak dijumpai berbagai macam sarana yang digunakan untuk praktik-praktik perjudian. Sebagian besar pesatnya perjudian dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan hal tersebut berpengaruh terhadap semakin mudahnya orang dalam memanfaatkan teknologi untuk melakukan suatu tindak pidana salah satunya judi online. Perjudian online ada sejak tahun 1994 ketika internet mulai ada, yang membuat pertama kali judi online adalah salah satu negara di kepulauan Karibia yaitu Antigua dan Barbuda yang menyetujui dan meloloskan undang-undang tentang perdagangan bebas (Free Trade & Processing Act) yang salah satu isinya kemudian memungkinkan untuk memberikan perizinan kepada perusahaan ataupun organisasi untuk membuka casino online yang menjadi cikal bakal munculnya situs
yang menawarkan permainan judi online pertama kali. Judi sebagai Pertaruhan dengan segaja, yaitu mempertaruhkan suatu nilai atau sesuatu yang dianggap bernilai dengan menyadari adanya resiko dan harapan-harapan tertentu pada peristiwa-peristiwa, permainan pertandingan, perlombaan dan kejadian-kejadian yang tidak/belum pasti hasilnya. Karena permainan ini sifatnya untung-untungan. Perjudian menggunakan teknologi informasi atau judi online diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 45 Ayat (2) yang berbunyi: “setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau
mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektonik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6(enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliyar
rupiah)”.

Dalam Hukum pidana Islam sendiri perjudian adalah perbuatan tercela dan harus dihindari. Sebagaimana tercantum dalam Al-Quran surat al-Maidah ayat 90 yang berbunyi : Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah Termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

Hadits Dari as-Sunnah, terdapat sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Shahih al-Bukhari: “Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Al laits dari ‘Uqail dari Ibnu Syihab dia berkata: telah mengabarkan kepadaku Humaid bin Abdurrahman bahwa Abu Hurrairah ra, dia berkata: Rasulallah SAW bersabda: Barangsiapa bersumpah dengan mengatakan ‘Demi Latta dan ‘Uzza, hendaklah dia berkata, ‘La ilaha illa Allah’. Dan barangsiapa berkata kepada kawannya, “mari aku ajak kamu berjudi”, hendaklah dia bershadaqah” (HR. Bukhari, no. 5826).

Adapun masalah yang akan timbul akibat dari perjudian ini adalah orang akan menjadi ketagihan bermain judi, mereka tidak dapat berhenti berjudi dan akhirnya akan kehilangan uangnya. Jadi, judi akan merugikan diri sendiri, dan dapat merusak perekonomian masyarakat itu sendiri. Selain rugi uang, kesehatan dan mental, juga dapat membuat orang yang berjudi menjadi pemalas, dan pada akhirnya akan berbuat kriminal seperti mencuri, merampok, dan bahkan membunuh. Dengan demikian, perjudian bisa menjadi sebab seseorang melakukan kriminal, penyebab kemiskinan, membuat orang jadi malas bekerja, bahkan membuat penjudi jadi sakit jiwa, stress, dan gila disebabkan dengan akan mendapatkan uang banyak.

Sekian artikel ini dibuat, semoga bermanfaat. Terimakasih.